Perjuangan Rima Melati Melawan Kanker Payudara

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan merupakan penyakit dengan penyumbang kematian terbanyak. Salah satu jenis kanker yang paling banyak menelan korban adalah penyakit kanker payudara. Di Indonesia sendiri, penyakit kanker payudara menduduki peringkat dua untuk jumlah penderita setelah kanker mulut rahim.

Namun, meski penyakit kanker payudara mengundang kematian dengan angka yang sangat tinggi, tidak semua perempuan gentar menghadapi penyakit kanker payudara ini. Salah satunya adalah artis Rima Melati yang bersemangat untuk tetap hidup meski telah divonis kanker payudara saat usianya menginjak 50 tahun.

Namun, meski terserang penyakit kanker payudara stadium lanjut, bintang film kawakan ini akhirnya berhasil sembuh dari penyakit kanker payudara dan kembali sehat. Nah kisah hidupnya inilah yang kini dikampanyekan pada Masyarakat agar selalu waspada terhadap penyakit kanker payudara maupun penyakit kanker lainnya.

Kisah Perjuangan Rima Melati Melawan Kanker Payudara

Perjuangan Rima Melati Melawan Kanker Payudara

Kisah Perjuangan Rima Melati Melawan Kanker Payudara Yang Dideritanya

Berbalut pakaian semi kebaya berwarna merah muda dan rok panjang bermotif batik, Rima Melati hadir di tengah Masyarakat Kota Solo di acara seminar Waspada “Bahaya Kanker Payudara Pada Wanita” yang digelar oleh Rumah Sakit Dr. Oen Surakarta beberapa waktu lalu. Rima Melati tampak selalu tersenyum di hadapan peserta dengan wajahnya yang masih terlihat segar. Pada kesempatan itu Rima bercerita panjang lebar perjalanan hidupnya mulai dari awal terserang penyakit kanker payudara hingga akhir penyakit itu hilang dari tubuhnya.

“Sebelum terkena penyakit kanker payudara, saat berusia 42 tahun saya pernah terkena kanker usus besar,” jelas Rima mengawali ceritanya itu. Namun, karena penyakit ini memiliki gejala yang bisa dirasakan, maka segera diketahuinya yang kemudian dilakukan operasi. Setelah sembuh, Rima kemudian kembali kepada kesibukannya sebagai seorang pemain film dengan jadwal syuting yang cukup padat. Pola hidupnya pun menjadi tidak teratur, seperti tidur yang kurang, makan serba siap saji, olahraga tidak teratur, dan lainnya.

Menurut Rima life style (gaya hidup) selama bertahun-tahun yang tidak sehat tersebut adalah salah satu faktor pemicu munculnya penyakit kanker yang menyerang payudaranya. Awalnya, Rima merasa tidak ada yang aneh dengan payudaranya, hingga suatu ketika merasakan ada sebuah benjolan kecil. Namun karena pada benjolan itu tidak merasakan sakit maupun nyeri, Rima pun tak banyak bercerita pada orang lain. “Ketika mengetahui adanya benjolan di payudara tidak ada hal yang saya lakukan selain membiarkannya. Karena pada saat itu informasi tentang kanker payudara masih sangat sedikit,” jelasnya.

Ketika pada akhirnya benjolan tersebut semakin membesar, Rima kemudian memberanikan diri bertanya kepada temannya yang kebetulan seorang dokter. Beberapa saat setelah diperiksa, kontan temannya tersebut marah karena benjolan yang ada sudah cukup besar. “Karena saya juga tidak tahu apa-apa, saya balik marah ke dia,” ujarnya.Saat itu pula Rima diimbau untuk datang ke klinik dokter tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, lagi-lagi karena dirinya tidak begitu memperhatikan dampak yang sangat fatal atas benjolan tersebut, pemeriksaan urung dilakukan.

Beberapa hari kemudian Rima pun akhirnya bercerita pada suaminya, Frans Tumbuan perihal benjolan itu. Kontan, sang suami kaget dan marah, sama seperti yang dilakukan rekannya. Akhirnya Rima ditemani suami memeriksakan diri ke dokter yang kemudian dilakukan mamografi (pemeriksaan kelenjar payudara dengan sinar X). Dokter yang memeriksa Rima saat itu hanya terdiam, dan tidak berani menatap mata Rima, hingga kemudian sang dokter menjelaskan hasilnya pada sang suami. “Akhirnya saya pun mengetahui bahwa saya divonis kanker payudara dengan stadium lanjut, seketika itu juga yang terbayang adalah kematian,” kenang Rima.

Dikatakannya, saat divonis positif terkena kanker payudara sudah dalam keadaan terlambat sehingga payudaranya harus diangkat. Rima mengisahkan, semangat untuk tetap bertahan hiduplah yang membuatnya terus mencari usaha terbaik agar dapat tetap menghabiskan waktu bersama orang-orang yang dicintai.

Karena masih terbatasnya alat operasi di Tanah Air, saat itu dokter menyarankan agar Rima terbang ke Belanda untuk melakukan pengobatan. Di negeri Kincir Angin tersebut, operasi dilakukan dengan mengangkat separuh bagian payudara yang ditumbuhi sel-sel kanker. Pascaoperasi, beragam pengobatan pun dilakukan mulai dari terapi radiologi hingga puluhan kali kemoterapi.

“Saat dikemoterapi, seluruh badan terasa sakit yang luar biasa, perut mual hingga rambut mengalami kerontokan. Tetapi karena selalu terbayang anak-anak dan keluarga, saya tetap harus fight (berjuang) dengan kondisi ini dan saya harus sembuh,” terang Rima yang juga mengaku pernah menjadi pecandu rokok. Karena semangatnya itulah akhirnya tetap melakukan pengobatan hingga penyakitnya sembuh total dan dapat beraktivitas kembali. Imbuhnya”

Nah untuk itu bagi Anda yang saat ini sedang memiliki masalah dengan penyakit kanker payudara ataupun penyakit kanker lainnya jangan pernah menyerah untuk berjuang dan tetap semangat. Rima Melati juga memberikan tips, jika Anda menemukan sebuah benjolan pada payudara ataupun dalam anggota tubuh lainnya maka segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Pengobatan Alternatif Untuk Penyakit Kanker Payudara

Untuk pengobatan alternatif penyakit kanker payudara, disini kami juga memiliki rekomendasi untuk penyembuhan penyakit kanker payudara tanpa melakukan operasi. Cukup menggunakan pengobatan herbal dengan mengonsumsi Obat Herbal Ace Maxs Antikanker yang terbuat dari perpaduan bahan alami Kulit Manggis dan Daun Sirsak yang didukung oleh bahan-bahan alami lainnya, seperti Apel, Bunga Rosella Hitam, dan Madu Murni sebagai bahan pengawet alaminya. Untuk informasi lebih jelasnya mengenai produk herbal Ace Maxs, klik Obat Herbal Ace Maxs Antikanker

Baca juga : Terapi Penyakit Kanker Serviks

I Ahlinya Terapi Kanker

Perjuangan Rima Melati Melawan Kanker Payudara

Comments

comments

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrPin on PinterestEmail this to someone

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!